ajakan baru…

March 1st, 2009 by irexmaster

mari brgabung….

http://r.yuwie.com/irexmaster/

Bring the peace of hatred

February 22nd, 2009 by irexmaster

Everyone feels the pain of loss the same

We know that pain

You’re working for your justice…

…and I for mine

We’re just ordinary poeple driven to revenge in the name of justice

But if revenge is called  justice

Than that justice breeds yet more revenge…

and become a chain of hatred

Living within it..

Aware of the past

Predicting the future

That’s what it means to know history

We can’t help

but know that people can never understad each other

Takut durhaka (Selamat Hari Ibu..)

December 22nd, 2008 by irexmaster
Apkah dirimu seorang ibu?
ataukah calon ibu?!
selamat…
krn telah menjadi bagian penting dr dunia
dan menentukan akan seperti ap dunia.
tiba2 trinspirasi dr kalimat seorang tmn yg berkomentar ttg hari ibu.
“pntskah hr ibu dirayakan?”
“pantas..”
“hmm??!
krn tak selamanya qta brsma ibu kn?
bhkn ketika qta merasa siap menghadapi saat itu..qta akan ttp brsedih..
jadilah anak baik buat ibumu
selagi masih sempat…
krn akan tiba saat dmn ibu tak lg mnjd suatu yg trsentuh..
sm skli tak brmksud menularkan hawa sedih pd kalian
bukankah qta merasakan hal yg sama..
ketika menulisnya..
aq teringat bnyk hal di masa lalu
ya..
saat seorang ibu bgtu galak ketika melihat nilai 6 pd tgs matematika
(kuraih telingaku)
teringat krn ad tngn yg prnh menjewernya
saat itu
(tersenyum)
krn saat ini aq telah berubah
bahkan lebih galak dr ibuku saat itu
TOLONG BAGI PENGALAMAN,PENDAPAT,KOMENTAR,
APAPUN JUGA MENGENAI IBU
KE FS KU YA
AQ PNGN TAU SUDUT PNDNG TMN2KU NI
(BISA LWT MSSGE OR TESTI..tp jgn lwt buletin)
NB:
don’t tell UAR mother about it
anggap aj prbuatan baik yg trsmbunyi buat ibu
ho..ho..ho..

finally

February 20th, 2008 by irexmaster

fiuh..
cita2ku trcapai…

thx god..

Like the elder..like the younger..

February 15th, 2008 by irexmaster

pagi ni terkaget2..
bangun dlm suasana matahri yg "pemalu"..
ditambah lagi..liat my younger brother pke srgm no 10..
"destiny..isn’t it?!"
apa no punggung jg diturunkan scr genetis?!

kdg..when i see him..
so long so close deh..
sprti nostalgia..melihat diriku di masa lalu..
trnyta kdng nybelin ya..

tp ttp ad bedanya..
aku dah dpt no 10 nya pas kls 6 sd..
dia pas 3 smp..

moga2 aj matanya g minus..
aplgi minus sbnyk kakaknya..
ho..ho..ho..

thoughts to the blind

January 17th, 2008 by irexmaster
These days, it’s all about passion. It’s about drive, and inspiration, and I maybe even hope. But most of all it’s about the new and the unsure and the going beyond my safety zone. The letting of the past but…

………..

January 10th, 2008 by irexmaster

a smile is a curve that sets everything straight….but,some times I need Colours in My Life….

2008 jadilah….

January 7th, 2008 by irexmaster

harapan tinggal harapan..ketika teringat 2007…smua sudh lewat

skrg 2008 bung!!!
masi bertahankah 4-5-1…usangkah?…
atau beralih pada yg lain…
masihkah menyenangi kompleksitas yg simple….
sembari tetap berharap bisa stabil dan efektif
(sesuatu yg diimpikan tp tak jadi nyata)
atau beralih pada hal yg lebih konservatif…

TIDAK!!! (ingat italia)

instrumen tetaplah instrumen…
hanyalah sarana penyambung…
apapun itu…
esensinya sama….

2008…jadikanlah kesederhanaan menjadi lebih indah…
bukan skedar superficial…
esensial…(the last word)

sampan di dermaga

January 30th, 2007 by irexmaster

Aku bukanlah menara yang kau sibak di pagi buta itu menunggu terpaan perlahan yang membelai hangat. Aku bukanlah sauh yang dapat dicerapkan jangkarnya kedalam dermaga tepian laut yang dangkal itu. Aku mungkin manusia yang bebas seperti angin yang berhembus atau mungkin air yang mengalir di setiap waktu. Aku bukanlah malam yang selalu menyelimutimu dengan naungan pohon dan lenguhan burung hantu dalam terpaan sepotong cahaya bulan.

Kucoba merangkai jeda, mengayuh lajunya sauh dengan menuju yang terdalam, meniti satu persatu uraian langkah yang perlahan dan lahan. Kusibak dengan tenaga yang mungkin makin melemah karena tiada lagi tenaga untuk merengkuh. Tak kutemukan lagi kepingan yang menentu dan menertawainya bersama di dalam rengkuhan senja, warna langit yang membisu tahu dan menyertai.

Dalam ligat yang merenda disertai sejuta air yang berbisik membelah lajunya sampan perlahan. Dalam kesederhanaan yang setiap titiknya adalah pemberhentian waktu yang selalu dinanti setiap manusia, yang akan berangkat dari dermaga dengan sampan yang hanya bisa dinaiki oleh seorang diri.

Aku telah memutuskan untuk pergi dengan sampan yang seorang diri menaikinya. Tanpa ada seorangpun yang menemani, tidak dia yang selalu mengirimiku air di kala dahaga ketika aku mengayunkan cangkul di tanah gersang dan membabat jerami di kala kesadaran menyertai, juga kutinggalkan sauh yang ternoda dengan adanya geliatmu di tepian sungai permata yang menyibakkan zamrud dan ayunanan pelangi.

Ke sebuah tempat, yang tak seorang pun dapat memikirkannya. Aku tidak menyesal meninggalkan lenguhan sapi yang kuambil susunya untuk kuminum dipagi hari untuk sekedar menghangatkan badan, sambil melinting tembakau yang kau tanam di kebunmu dan kau membawakannya untukku setelah kau iris iris dan kau jemur, dan dipersembahkan untukku. Aku menuju dermaga dan akan kutunggu sampan itu.

Dermaga itu adalah dermaga sepi dan sunyi dan tak seorangpun menghendaki menuju kesana, meskipun orang tahu mentari terbenam disana dan nampak indahnya. Dermaga itu ada sebelum orang datang pertama kalinya disini. Dan memberikan cerita dan misteri misteri yang tak dapat kita ungkap.

Orang yang lelah dan penat pergi menju dermaga itu, menunggu matahari terbenam dan menaiki sampan itu, menuju arah air mengalir dan tak pernah kembali mengikuti terbenamnya mentari.

Aku bukanlah lelah dan penat, katakan itu pada semua orang. Aku hanya menunggu di dermaga, menunggu matahari terbenam, dan akan menaiki sampan itu.
….

jarak bernama spasi

January 30th, 2007 by irexmaster

Kemudian…
  Degup jantung yang bermuara pada ceruk kecil
  Bernama samudera diantara tatapanmu
  Menahanku pada galau pekat yang mengabut
  Menyambangiku dalam gurat jarak bernama spasi
  Menghadirkan jeda ketika kau berada begitu rapat
 
  Entah pada langkah keberapa harus kuhentikan
  Mengejawantahkanmu meski hanya sebatas mimpi
  Dan seperti biasa
  Aku hanya mampu tergugu
  Membuncahkan rasa entah pada siapa
  Dan seperti biasa
  Aku hanya mampu merindu
  Kembali duduk di keningmu
 
  Hingga sajakku
  Menjadi bisu
  Menjadi batu
……